TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG KE "PRO EDUKASI"

08 Februari 2021

KEBAIKAN SEORANG KAWAN

Yuliyanto

 

Buku setebal 94 halaman yang dicetak pertama kali di awal tahun 2019 menjadi salah satu bukti karya kawan saya ini dalam menuangkan ide atau gagasannya melalui tulisan. Buku bersampul dengan gambar anak-anak sedang bermain sangat pas dengan judulnya, “Asyiknya Belajar Melalui Permainan Tradisional”. Buku sederhana ini berisi ide atau gagasan kegelisahan kawan saya akan semakin pudarnya beberapa jenis permainan tradisional di tengah derasnya arus globalisasi. Naluri sebagai pendidik membuatnya berkeinginan memasyarakatkan permainan tradisonal itu ke dalam proses pembelajaran.

Terdapat 11 macam permainan tradisional yang dia gagas untuk bisa diterapkan dalam proses pembelajaran. Kesebelas permainan tradisional tersebut, yaitu: engkling, lurah-lurahan, bekelan, dir-diran,  kucing-kucingan, dakon, ular naga, lompat tali, domikado, becak-becakan, dan koko-koko. Disamping bertujuan memasyarakatkan permainan tradisioanl, ide bermain sambil belajar menjadi latar belakang penulisan buku ini. “Pembelajaran melalui permainan tradisional dapat membuat aktif, kreatif, dan efektif dalam proses pembelajaran “, demikian dia menuliskan ide atau gagasannya pada salah satu bab dalam buku tersebut.

Sumber: Koleksi pribadi

Buku itu hanyalah salah satu bukti kepedulian dan keseriusannya memotivasi dan membangkitkan budaya literasi di lingkungan sekitarnya. Dia juga menjadi salah seorang yang membidani lahirnya komunitas GARASI (Guru Sadar Literasi). Di komunitas itu, dia adalah sosok yang baik hati, enthegan, dan pandai menciptakan suasana yang ceria melalui gurauan-gurauannya. Oleh karenanya kehadirannya sangat dan sering dirindukan di setiap kegiatan GARASI. Belakangan komunitas itu tela menjelma menjadi sebuah komunitas resmi dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dengan nama Forum Guru Sadar Literasi (Forum Garasi). Terbitnya Surat Keputusan tersebut pun tidak lepas dari perannya.

Sukses kegiatan “Workshop dan Lomba Penulisan Best Practice Guru” yang baru saja digelar oleh Forum Garasi pun tidak lepas dari sentuhan hati dan tangan dinginnya. Selasa (2-2-2021) yang lalu dengan gaya khasnya dia masih sempat nimbrung komentar di grup, saat beberapa teman menyelesaikan pembuatan sertifikat kegiatan itu. Hari itu juga kita baru mengetahui kalau dia dinyatakan positif dari hasil swab yang barusaja dilakukannya. Oleh karenanya, beberapa saat kemudian kita melakukan panggilan video kepadanya dengan niat untuk memberikan dukungan moral dan memotivasinya agar tetap semangat.

Dua hari kemudian, salah satu teman yang ikut dalam panggilan video itu mendapat pesan whatsapp dari seseorang, yang intinya menanyakan keberadaan dia, yang katanya dirawat di sebuah rumah sakit di Yogyakarta. Semua terasa berjalan sangat cepat, saat semalam (Minggu, 7-2-2021) salah seorang teman mengirim pesan whatsapp minta bantuan doa untuknya kaarena kondisinya yang kritis. Ide untuk meminta bantuan doa teman-teman lain pun muncul. Jadilah pesan itu diteruskan ke beberapa grup dimana dia juga ada di dalamnya. Sesaat kemudian ramailah suasana dengan kiriman-kiriman doa untuknya agar diberikan kekuatan dan kemudahan melewati masa kritisnya, dan diberikan kesembuhan dari sakitnya.

Esok hari tadi (Senin, 8-2-2021) sekitar pukul 05.30 kembali kita dikejutkan oleh sebuah pesan melalui whatsapp berisi berita duka tentang telah meninggalnya kawan tadi. Dalam waktu singkat berita itu pun beredar melalui beberap grup dimana dia juga menjadi bagiannya. Ungkapan bela sungkawa dengan berbagai perasaan teman-teman yang membacanya pun membanjiri postingan di grup-grup tersebut. Sedih, haru, tangis, dan bahkan perasaan tidak percaya menjadi pelengkap suasana bela sungkawa tersebut. Seorang teman bahkan hingga di tempatnya bekerja pun masih sesenggukan menangis akan fakta yang terjadi. “Aku kok jeh durung percoyo to iki”, begitu salah satu ungkapan seorang teman dekat yang diikuti icon orang menangis menggambarkan kesedihannya. Teman lain pun merespon dengan nuansa kesedihan dan ketidakpercayaannya, “Iyo podho ... rasane kok masih pingin guyon”.

Kita semua sangat mungkin merasakan hal yang sama, kesedihan yang mendalam atau bahkan mungkin perasaan tidak percaya akan kejadian tersebut. Namun faktanya yang kita hadapi demikian, dia telah berpulang menghadap Sang Pencipta. Seorang teman mencoba menenangkan emosi teman lainnya dengan mengamini semua doa yang disampaikan, dan sebuah nasehat melalui beberapa kalimat. “Kala hidup tak berasa, ternyata teman kita jadi pelajaran berharga. Bahwa manusia tiada daya hadapi segala kuasa-Nya”. Selamat jalan kawan, semoga damai di sana ... []

06 Februari 2021

BERJUANG MENJADI PEMENANG SAAT PANDEMI COVID-19

Yuliyanto

 

Judul tulisan ini saya kutip dari tema dua buah buku yang akan segera hadir, hasil karya keroyokan dari teman-teman guru. Dua buah buku kumpulan pantun dan puisi teman-teman guru ini -- biar lebih keren kita sebut saja antologi, merupakan kumpulan karya dari beberapa teman guru, hasil dari membaca dalam arti yang luas. Mengapa demikian? Karena dua buku tersebut berisi curahan hati dan pikiran mereka, hasil membaca keadaan yang sedang berlangsung di sekitarnya, yang ditulis dalam bentuk pantun dan puisi.

Saat diminta untuk memberikan sambutan pada kedua buku tersebut, pikiran saya langsung teringat pada sebuah kalimat bijak dari Zig Ziglar, bahwa “Kamu tidak perlu menjadi luar biasa untuk memulai, tapi kamu harus memulai untuk menjadi luar biasa”. Inilah wujud nyata dari niat teman-teman untuk memulai dan merintis jalan agar bisa menjadi luar biasa. Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan dengan tulus kepada teman-teman guru semua atas prestasi yang mewujud dalam karya tersebut. Tidaklah berlebihan jika saya sampaikan bahwa itu merupakan salah satu bukti nyata mereka sedang berjuang menjadi pemenang, berani memulai sesuatu untuk menjadi luar biasa, sesuai dengan topik yang diusung.

Bagi saya pribadi, yang tidak mahir secara teori maupun praktik dalam bidang pantun dan puisi, kedua buku itu merupakan karya yang patut diapresiasi. Di tengah-tengah kesibukannya melaksanakan tupoksi sebagai guru di masa pandemi, mereka mencoba tetap dan terus berkarya, mengekspresikan isi hati dan pikirannya. Semua -- tanpa memandang latar belakang disiplin ilmunya menulis untuk menuangkan isi hati dan pikiran mereka. Mendadak semua berubah menjadi ahli pantun dan puisi. Hal inilah yang menginspirasi saya memberikan apresiasi dan motivasi dengan berpantun juga. Oleh karenanya di akhir sambutan itu, saya tuliskan sebuah pantun: Ke Semarang naik taksi kota, mampir Ambarawa nikmati kopi kenthir, teruslah berjuang dengan aksi yang nyata, agar hasil karya terus mengalir”.

Sumber: Koleksi pribadi

Masa pandemi covid-19 yang berlangsung sejak awal bulan Maret 2020 dan masih terus berlangsung hingga saat ini telah banyak memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat. Semua harus tetap bersabar dan terus berjuang agar bisa keluar sebagai pemenang, dalam arti yang sangat luas. Diam dan pasrah menerima keadaan tanpa melakukan apapun akan menjadikan kita lemah dan kurang atau tidak produktif. Bagi kita (guru), proses pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi memberikan banyak hal yang bisa dijadikan sebagai sebuah tantangan untuk tetap dan terus berkarya demi anak-anak bangsa.

Seiring berjalannya waktu, masa pandemi yang masih terus berlangsung ini telah melahirkan kerinduan dan berbagai harapan dalam dunia pendidikan, baik dari siswa maupun guru. Rindu dan berharap untuk dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam proses pembelajaran seperti saat sebelum masa pandemi makin terasa kuat di hati dua komponen utama proses pembelajaran. Nekat untuk menuntaskan rasa rindu dan harapan itu tentu saja bukan solusi yang tepat di tengah makin meningkatnya kasus terkonfirmasi saat ini.

Mengekspresikannya menjadi sebuah karya menjadi salah satu pilihan tepat untuk menginspirasi dan memotivasi lahirnya kreativitas lain untuk melakukan tupoksi dalam pembelajaran. Kehadiran buku kedua, antologi puisi guru itu menjadi sebuah karya hasil dari sensitivitas dan kemampuan membaca keadaan yang sedang dialami. Tidak menutup kemungkinan karya itu akan melahirkan ide-ide atau gagasan-gagasan kreatif untuk dituangkan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang masih harus terus berlangsung saat ini. Dengan demikian akan hadir kepada kita dua kemenangan sekaligus, berhasil melayani siswa dengan sepenuh hati dan karya monumental sesuai tema yang diusung: “Berjuang Menjadi Pemenang Saat Pandemi Covid-19”.

Kutipan bijak yang sangat tepat mengiringi terbitnya kedua buku antologi itu adalah bahwa, “Sebaik-baik guru adalah yang tidak pernah berhenti sebagai siswa”. Hal ini dapat dimaknai bahwa kita (guru) harus tetap dan terus belajar, dan sebaik-baik belajar pasti diawali dengan membaca dan diakhiri dengan mengajarkannya kepada orang lain. Buku itu merupakan bukti nyata bahwa guru terus belajar, termasuk di dalamnya menuangkan isi hati dan pikiran hasil dari membaca dalam arti yang luas. Hadirnya buku itu juga memberikan sebuah pelajaran bagi kita semua, bahwa siapa pun yang memiliki kemauan kuat untuk memulai, akan bisa melahirkan karya-karya yang bermanfaat – sekecil apa pun manfaat itu. Inilah esensi dari makna yang tersirat dalam kalimat “menjadi pemenang”.

INFO REDAKSI

Mulai saat ini, serial tulisan "Menjadi 'GOBLOK' Dalam Kesibukan" tayang juga di blog ini. Semua tulisan dalam serial ini diambil dari tulisan yang sama di catatan dan dinding facebook saya. Silahkan beri penilaian: Bermanfaat, Menarik, atau Menantang di bawah artikel yang sesuai. Bagi pengguna facebook masih tetap bisa membacanya melalui link: https://www.facebook.com/mr.yulitenan